Setelah seminggu mempelajari teori, dan setelah melaksanakan evaluasi teori, maka tiba saatnya menjalankan praktik. Evaluasi praktik, tepatnya. Mempraktikan teori yang sudah dipelajari, sehingga tata cara pelaksanaan sesuai dengan teorinya. Hasilnya teori tidak hanya diingat, tetapi meresap nyata karena sudah dipraktikkan.
![]() |
| Briefing sebelum praktik BA |
Untuk tempat pelaksanaan praktiknya, di damkar Duren Sawit - Jakarta Timur. Sedangkan waktunya, amazing sekali, karena dilakukan setelah pelaksanaan evaluasi teori. Siang hari di Jakarta yang berudara panas, justru main bakar-bakaran. Double hotnya 😀😀
![]() |
| Praktik memakai BA dalam pencarian korban kebakaran |
Praktik diawali dengan pemakaian BA (breathing aparatus). Karena keterbatasan alat dan waktu, hanya 6 orang saja yang melakukannya. Saya, tentu saja tak mengajukan diri hehe. Selanjutnya, mempraktikkan teori pemadaman api dengan metode smothering / dilution, yaitu dengan menurunkan atau memutus asupan oksigen.
![]() |
| Briefing smothering |
Lubang tangki bensin di motor, disulut dengan pemantik api. Saat apinya sudah menyala, tangan ditutupkan ke dalam lubang tangkinya. Karena kadar oksigen berkurang dan akhirnya tak ada, maka api langsung mati. Setelah bapak trainer mempraktikkan, beberapa orang diminta mempraktikakannya, termasuk saya. Tapi karena kurang tenang alias panik. Apinya bukan ditutup, tapi digeprek. Ya gak mati apinya. Untuk seseorang yang berdiri di belakang saya langsung sigap mematikannya. Penasaran, saya kembali mencobanya. Karena sudah bisa tenang dan kepanikannya dihilangkan, tentu saja berhasil. Apinya bisa dimatikan.
Metode smothering kembali dilakukan, namun dengan cara yang berbeda. Dengan api di tangki potong yang dipadamkan dengan menggunakan karung goni yang basah. Lalu praktiknya dilanjutkan dengan pemadaman menggunakan APAR (alat pemadam api ringan). APAR yang dipakai ada 2 jenis. Yaitu yang berbahan powder dan CO2. Setelah kesemua mempraktikannya dilanjutkan dengan praktik inti. Yaitu dengan pemadaman menggunakan hidran.
![]() |
| Pemadaman api dengan APAR |
Setelah mempraktikkannya saya tahu satu hal, untuk memadamkan api, hal utama yang menjadi kuncinya adalah ketenangan. Ketenangan membantu melakukan seperti yang seharusnya dilakukan. Sedangkan kepanikan, membuat hilangnya pengetahuan akan hal-hal yang harus dilakukan.
Ya, ketenangan adalah kuncinya. Kunci dalam melakukan banyak hal. Bahkan ketenangan itu yang akan mengantarkan pada tujuan banyak orang. Seperti yang sudah lama dituliskan : "Hai jiwa yang tenang. Kembalilah ke pada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hambaKu, masuklah ke dalam surga-Ku."
Semoga semua mahluk penghuni semesta senantiasa berbahagia, dan hidup dalam keselarasan dan keseimbangan.









Komentar
Posting Komentar