Mahasiswi Semester Pendek

Saat beli makanan atau keperluan lainnya di warung, saat melaundry, sering kali ditanya, "Kuliah jurusan apa? Semester berapa? Kostnya di mana?" Saya banyak difitnah sebagai mahasiswi 😀😁 Mungkin karena terlihat seperti masih abegeh, atau karena kostumnya dengan jeans, kemeja, sneakers dan ransel. Atau bisa jadi ini caranya Gusti, agar segera bergerak untuk mewujudkan impian lalu, untuk kuliah lagi. 

Kuliah lagi? Ini sudah sejak lama dipikirkan. Masih menimbang-nimbang. Bisakah membagi waktu antara kerja dan kuliah? Memang sih sekarang zamannya kuliah online. Tinggal via zoom, selesai. Gak perlu ke kampus. Tapi, menyimak cerita teman-teman yang berkuliah online, rasanya kurang efektif. Kuliah offline? entah kapan akan dimulai. Tapi kalau kuliah offline, bagaimana membagi waktu antara kerja, kuliah, dan mengerjakan tugas-tugas kuliah?

Setelah dipikir, bukankah training ini pun laksana kuliah? Kuliah semester pendek, sebut saja begitu. Secara waktu, singkat. Secara materi, padat merayap. Materi anak kuliahan satu semester, dipadatkan dalam satu hari. Hasilnya, harus berjuang ekstra. Membangun mood, menyiapkan diri, menerima diajar, pun bersedia belajar dan berkembang. 

Jalan menuju "kampus"

Bertahun lalu, Gusti berulang kali memberikan semester pendek. Yang orang lain berproses menuju selama bertahun-tahun, tetapi saya diberikan waktu singkat. Tanpa proses menjadi, langsung jadi. Tanpa proses berusaha, langsung terbentuk. Namun kejadian dan kebentukan tanpa proses dan berusaha, nyatanya membuat diri berjuang ekstra untuk tahu, mengerti, dan memahami. Langsung diberikan media belajar berupa diri sendiri. Apa-apanya sendiri. 


Tak ada yang kebetulan. Semuanya sudah diatur dengan presisi. Kepresisian yang sebenarnya bertujuan untuk menumbuhkembangkan diri, mematangkan jiwa. Jadi, masihkan menolak dengan segala ketentuan-Nya walaupun hal itu perih?

Kampus semester pendek :D

Semoga semua mahluk penghuni semesta senantiasa berbahagia, dan hidup dalam keselarasan serta keseimbangan. 



Komentar