Ketika mulai membaca yang tak hanya tersurat, dan mendapat pengetahuan dari beragam hal, mulai menyadari bahwa, segala sesuatunya datang secara bersama-sama, bukan sendiri-sendiri. Gelap datang bersama terang. Bahkan ternyata, beserta kesulitan ada kemudahan.
Seperti pagi yang datang di belahan bumi sebelah timur, maka malam datang di belahan bumi sebelah barat. Bahwa saat satu pintu yang dituju ternyata tertutup, nyatanya di belakangnya ada pintu yang terbuka. Semua hal yang berbeda, saling bertolak belakang, ternyata datangnya secara bersama-sama, bukan sendiri-sendiri.
Kalau yang terlihatnya hanya satu hal saja, itu karena fokusnya hanya pada satu hal, Melihatnya hanya satu hal saja. Menyadarinya hanya satu hal saja. Di saat penglihatannya sudah holistik, kesadarannya sudah menyeluruh, sudah hadir penuh dan sadar utuh, maka kedua hal itu akan terlihat dan tersadari.
Sebagaimana ketika dua orang yang bekerja dalam waktu yang sama, tetapi melakukan pekerjaan yang saling bertolak belakang. Yang satunya, menekan tombol untuk menghidupkan mesin, tetapi yang satunya menekan tombol untuk mematikan mesin.
Maka mulailah untuk hadir penuh di saat apapun, sehingga semakin menyadari apa yang sebenarnya sedang terjadi. Tentang dualitas yang datang dan terjadinya secara bersama-sama.
Semoga semua mahluk penghuni semesta senantiasa berbahagia, dan hidup dalam keselarasan serta keseimbangan.

Komentar
Posting Komentar